Selasa, 13 November 2018

November Bullet Journal Setup

Sudah masuk pertengahan November, tapi baru bikin bujo (bullet journal) setup sekarang. Maaf untuk keterlambatan ini ya hehe. "Elfahaha sibuk ya?" Nggak kok. Urusan kuliah dan kerjaan masih bisa dibilang biasa aja, nggak hectic-hectic banget. Cuma ada beberapa rutinitas baru yang sepertinya cukup berpengaruh ke menyempitnya waktu luang, nggak ada cara lain untuk menikmatinya selain dari menjalaninya dengan senang hati. Yay!

Aku penasaran, apakah di antara kalian ada yang suka bikin monthly plan juga? Atau bahkan ada yang belum pernah bikin sama sekali? Menurutku ini bermanfaat lho, supaya kita tahu target apa saja yang ingin kita capai, hal-hal penting apa yang akan kita lakukan pada bulan tersebut, dsb. Perencanaan seperti ini melatih kita untuk jadi orang yang sistematis dan terarah, karena merasa punya tujuan untuk dicapai dan diselesaikan.


Banyak notebook-notebook yang biasanya di dalamnya sudah disediakan monthly planner. Tapi untuk aku pribadi monthly planner yang sudah disediakan seperti itu justru membosankan dan males buat ngisi. Jadi akhirnya aku bikin sendiri, biar kyut :3

Sabtu, 03 November 2018

Rancang Rencana

Mungkin di sini bukan hanya aku yang punya pertanyaan "Akan kemana setelah ini?". Masa-masa quarter life crisis memang cukup membingungkan, apalagi untuk seorang perempuan menurutku. Bukan hanya tentang urusan setelah lulus (kuliah) mau kemana, tapi juga tentang setelah berkeluarga nanti mau bagaimana (jadi wanita karir atau jadi ibu rumah tangga). Kita tidak tahu apa yang akan terjadi, mungkin ada hal diluar rencana menghampiri sebelum kita lulus, entah itu jodoh yang datang tak terduga atau bahkan ajal yang menjemput tiba-tiba. Wallahu alaam. 

Mungkin terdengar cliché, tapi menurutku ini normal untuk seorang overthinker.

Banyak persimpangan jalan yang harus dilalui dan kita sering kali terdistraksi oleh hal-hal kecil, oleh sudut pandang orang lain, dan hal lainnya yang bikin pusing kalau disebutkan satu persatu.

Merancang rencana bukan berarti tidak menerima takdir Tuhan bukan? Dan menerima takdir Tuhan bukan berarti kita tidak berusaha memperbaiki kehidupan, kan?

Jumat, 28 September 2018

Tugas Kuliah - Bikin Brosur

Hoala!
Sebagai anak jurusan pariwisata, sering banget denger kalimat "wah anak pariwisata mah enak dong jalan-jalan terus!". Hmm well, nggak salah juga sih sebenernya. Karena emang kebanyakan tugas kita itu semacam observasi ke destinasi wisata dan selanjutnya bikin laporan. Meskipun nggak semua mata kuliah ada tugas semacam itu, setidaknya dalam satu semester kita pernah atau beberapa kali berkunjung ke suatu destinasi. Seru? Yaa.. yang namanya datang ke tempat wisata, alhamdulillah seru.

Curhat dulu ya.
Agak nyeleneh sih kalau diinget-inget lagi. Aku ini dulunya anak ipa, orangnya suka seni & sastra, terus betah diem di rumah, tapi akhirnya bisa nyemplung di kuliah pariwisata yang umumnya tentang ilmu sosial dan sering pergi-pergi. Menurutku ini bukan suatu masalah, karena sampai saat ini belum ada pikiran "kayaknya aku salah jurusan deh". Di sini aku merasa masih bisa menemukan benang merah antara kepribadianku dan ilmu yang dipelajari di kampus. Di jurusan pariwisata ini aku merasa dituntut untuk menjadi seorang konseptor. Nah seenggaknya, aku yang suka 'seni' ini bisa nyambung dengan apa yang aku jalani sebagai seorang mahasiswa pariwisata.

Menurutku, seni bukan cuma tentang keindahan dari sesuatu yang tampak mata. Tetapi bisa lebih dari itu, misal seni dalam berpikir, seni dalam mengonsep sesuatu, seni dalam berinteraksi, dan lain-lain. Dan semua itu bisa aku dapatkan di jurusan ini. Jadi seni disini bukan hanya tentang kemampuan kita, tetapi juga tentang bagaimana kita mengolah kemampuan tersebut agar memiliki nilai lebih dan bisa diterima dengan baik oleh orang lain. 

Sebelum semakin salah fokus, mari kita bahas salah satu tugas yang udah aku buat ini. Bukan sejenis laporan yang membosankan, cuma brosur biasa. Tapi masih melibatkan sisi seni & kreatifitas elfahaha kok :)) Maaf untuk yang udah berekspetasi tinggi, aku cuma bisa ngasih ini. haha



Senin, 24 September 2018

Me Time - Melukis


Salah satu kegiatan yang biasa dilakukan ketika me time, yaitu ngegambar atau ngelukis. Bisa jadi disebut hobi dari kecil, meskipun dulu gak seniat sekarang (sampe beli watercolor dan lain sebagainya). Buat aku sendiri, ngelukis ini bisa jadi pelepas penat. 

Sedikit cerita, jadi dulu waktu SMA sempet tuh jualan gambar. Dikasih bingkai dan dibikin 3D, pokoknya cocoklah buat kado ultah gitu. Sampe alhamdulillahnya punya penghasilan dan beli sneakers idaman dari hasil itu, seneng banget akutu :'v Tapi setelah tahu ternyata ada hadits yang isinya tentang larangan menggambar makhluk bernyawa (khususnya manusia & hewan), akhirnya elfahaha pun pensiun dari jualan gambar. Untuk yang belum tahu, silakan bisa dibaca di sini.

Jadi sekarang tiap ngegambar paling objeknya benda-benda mati atau gak ya tumbuhan dan pemandangan.

Nah berikut ada beberapa lukisan yang baru-baru ini aku buat. Jangan dibully ya :')

Judul: Moon Phases

Senin, 17 September 2018

A Letter To Myself - New Chapter

Hai Elfa, apa kabar?
Bagaimana harinya? 

Dear Elfa, terimakasih sudah menjadi diri kamu yang sekarang, kamu tidak perlu lebih baik dari siapapun. Cukuplah kamu menjadi lebih baik dari kamu yang kemarin, El. Dan sudah saatnya sekarang untuk kamu lebih tegas lagi dalam menjadikan diri kamu lebih baik di masa yang akan datang.
Yang lalu biarlah berlalu, begitu kata orang. Tapi elfa, jangan biarkan hal yang baik berlalu begitu saja. Bawa hal baik itu ke masa yang sekarang dan selanjutnya. Sebagian memang harus kamu buang, tapi sebagian masih bisa kamu gunakan untuk bahan renungan.

Dear Elfa, terimakasih sudah sekuat ini menjalani hari-hari meski harus selalu berteman dengan sepi. Aku tahu ini pilihanmu sendiri untuk menjadi perempuan yang senang dengan sunyi. Aku tahu ini adalah ruang ternyaman kamu untuk bermuhasabah diri. Aku tahu kamu, Elfa.

Sabtu, 15 September 2018

DIY - Moon Phases Wall Hanging

Belakangan ini lagi seneng-senengnya sama moon phases, entah itu gambar ataupun kerajinannya. Karena kalau dilihat-lihat, cantik juga ya fase bulan tuh. Mulai dari bulan sabit sampai purnama lalu kembali lagi ke sabit. 

Nah berhubung lagi ada bahan dan ada waktu luang pastinya, jadi tadi itu sok ngide bikin wall hanging yang temanya si moon phases ini. Bisa banget loh dijadiin hiasan di kamar, meskipun minimalis tapi tetep estetik kok.

Jadi ini dia alat dan bahannya:


-Kertas craft
-Tali rami
-Lem
-Pensil, Marker
-Gunting

Kertas di sini sebenernya bisa pake kertas apa aja, misal mau karton polos pun bisa. Untuk tali raminya, kalau nggak ada bisa diganti sama benang kasur atau apapun yang ukurannya minimalis ya.

Next,


Kita bentuk masing-masing bentuk fase bulan, berpasangan ya. Ukurannya bisa disesuaikan dengan keinginan kita.

Kamis, 13 September 2018

Homemade Smoothie ♥

Hai, kembali lagi ke postingan tentang makanan meskipun ini lebih ke minuman :[ 
Sebenernya konten ini udah disiapin dari lama, tapi baru bisa di up sekarang. 

Oke mari kita kupas tuntas tentang homemade smoothie ini! haha

Selalu pengen bikin sesuatu, itu motivasi terbesar yang ada di benak tiap kali ngelihat bahan-bahan yang tersedia. Entah itu bahan makanan ataupun bahan bangunan kerajinan. 

Dan kali ini, smoothie yang jadi pilihan karena bahan yang tersedia pun cuma ada ini :))



-Strawberry
-Anggur 
-Jambu Merah
-Susu cair
-Gula secukupnya (optional)

Rabu, 29 Agustus 2018

Bikin Art Journal


Hai, gimana harinya? 
Kalau cewek biasanya dalam satu hari ngalamin pergantian mood yang datangnya gak bisa diprediksi. Atau ini cuma aku aja yang ngalamin? ahaha

Ngomongin soal mood, khususnya kalau lagi good mood, hal-hal yang biasa aku lakukakan ketika momen itu datang yaitu membuat sesuatu yang mengandalkan sisi kreatifitas, tujuannya biar gak diem-diem aja gitu. Selain ngegambar dan nulis blog, aku juga lagi seneng bikin bujo dan macem-macem journal setup. Hehe perempuan..

Di sini kita lupain dulu masalah kesibukan kuliah sama kerjaan ya. #okesip


Minggu, 26 Agustus 2018

Simple Oatmeal for Breakfast


As a morning person, biasanya hal apa aja yang kalian lakukan untuk memulai hari? Bersih-bersih, beres-beres, olahraga, ngopi, atau bikin sarapan? Oh iya sebelumnya, selamat hari Minggu! Semoga good mood sepanjang hari, hehe.

Sebenernya aku bukan seorang foodie holic, tapi untuk yang satu ini jadi sedikit lebih niat sampe di muat di blog dan kayaknya kedepannya akan dibikin category sendiri khusus postingan makanan. 


Kamis, 23 Agustus 2018

DIY - Botol Hias

Hal yang biasa dilakukan ketika spare time di siang bolong selain gabut main hp, aku biasanya suka ngegambar, atau bikin barang-barang DIY yang simple. Mungkin sebagian dari kalian ada yang lebih milih baca buku atau nulis atau lainnya? Selamat, karena dengan begitu kalian sudah mau berusaha menjadi produktif.

Jadi, postingan kali ini dikhususkan untuk memuat tentang DIY yang kubikin sendiri beberapa pekan lalu. Bahannya sederhana dan kayaknya siapa aja juga bisa bikin sendiri di rumah.

OKEH. Ini dia alat dan bahan yang kita perlukan: 


Selasa, 14 Agustus 2018

Sore-sore di Chinatown Bandung

Hai! Akhirnya bikin postingan tentang jalan-jalan lagi setelah sekian lama hiatus haha. 
Jadi minggu lalu, aku abis dari Bandung bareng kakak dan ponakan. Tujuannya emang buat main, ini pun pergi karena awalnya cuma diajak dan super dadakan banget. Alhasil karena dadakan dan bertepatan dengan weekend, akhirnya langsung cari-cari akomodasi untuk kita stay di sana dong. Dengan cerdiknya [sebel:( ], aku langsung buka aplikasi a*ry room untuk booking hotel. Yang jelas murah dan tempatnya strategis. Syukurnya kita dapet yang di Jl. Cipaganti, gak terlalu jauh dari Cihampelas. Heuheu

Udah segitu aja basa basinya.

Ada beberapa tempat yang kita kunjungi, tapi akhirnya aku memilih Chinatown yang di up di blog ini. 



Mungkin dari kalian ada yang udah tau dan mungkin juga udah pernah ke sana. Secara, tempat ini udah ada sejak 2017 lalu dan berada di Jl. Kelenteng. Tempatnya pun cukup mudah dijangkau, kalau bingung bisa liat di google maps hehe. Cuman sayangnya, kalo menurutku tempat ini masih butuh lahan untuk tempat parkir yang lebih layak dan luas.

Untuk tiket hari Sabtu, harganya Rp 30.000/orang dan kita dikasih voucher potongan belanja sebesar Rp 5.000/tiket. Bisa kita tuker pas mau jajan di dalem. Oh iya, di Chinatown ini sistem pembayarannya cashless alias gak pake uang tunai, jadi kita cuma bisa bertransaksi pake kartu debit kita aja.

Beruntung pas kita kesana lagi ada penampilan Barongsai, jadi bisa nonton dulu walaupun nggak lama.

Selasa, 07 Agustus 2018

Ngedekor Rumah di Akhir Pekan

Jadi ceritanya, weekend lalu itu lagi semangat-semangatnya untuk bikin beberapa barang DIY yang aku sendiri belum tau mau bikin apa karena nggak ada bahan. Nah kebetulan banget si kakak perempuan lagi pengen beresin rumahnya, alhasil si akulah yang ditunjuk jadi kulinya selama dua hari hahaha canda, maksudnya doi minta bantuan buat beresin sekaligus bantu hias-hias ruangan tengahnya. Dengan bahan sederhana dan seadanya, akhirnya dengan senang hati dan semangat epla mau bantuin dan sanggup nyelesein itu dalam jangka waktu dua hari.


Btw ini juga sebenernya kemauan sendiri sih, aku yang nawarin diri untuk beresin rumahnya. Mumpung lagi gabut juga pan.




Dimulai dari hari pertama, yaitu hari Sabtu. Kita ngecat ruang tengahnya, jujur sih ini pertama kalinya ngecat satu ruangan penuh. Meskipun harus belepotan dan malemnya pegel-pegel, tapi asli, ini seru!


Jumat, 08 Juni 2018

Hi Padalarang!

Gunung Bendera & Stone Garden Citatah, Padalarang, Jawa Barat
16-17 Januari 2018

Kamis, 31 Mei 2018

Terhanyut Lampu Kota

Masih nggak ngerti, kenapa sampe sekarang selalu ngerasa terhanyut dan kegirangan sendiri tiap kali ngeliat lampu kota dari ketinggian atau dataran tinggi (bukit misalnya). Apa di antara kalian juga ada yang sama kayak gini? Atau biasa aja? Atau cuma aku aja yang anaknya norak......

Kalau udah ngeliat lampu yang terhampar dan kelap-kelip kuning teramaram itu rasanya betah banget diem lama-lama di situ, iya cuma diem karena ngerasa tenang. Tapi tetep sih, akan lebih bagus lagi kalau ada temen ngobrol. 

Dan ini juga yang menjadi alasan kenapa aku senang dengan perjalanan malam, apalagi kalau pake kereta ke daerah Bandung misalnya. Pokoknya kalau udah masuk Garut, kesananya pasti stay awake cuma buat ngeliat lampu-lampu yang terhampar nun jauh disana, kayaknya sih itu dataran  Bandung. Sambil nahan dingin kena AC kereta, mata ini gak lepas dari memandang ke luar jendela. Aheuy




btw ini postingan apa sih..

Senin, 23 April 2018

Self Acceptance & Mencintai Diri Sendiri

Hai, tulisan kali ini sedikit banyak masih ada kaitan dengan tulisan sebelumnya. Di sini aku nyoba  ngeluarin opini tentang self acceptance atau penerimaan diri, yang semoga tidak boring untuk dibaca ya.

Apasih penerimaan diri itu? Menurut Shepard (1979), penerimaan diri adalah kepuasan individu atau kebahagiaan dengan diri sendiri, dan dianggap perlu untuk kesehatan mental yang baik.

Wow. Fokusku langsung tertuju ke kalimat "dianggap perlu untuk kesehatan mental yang baik". Is that true?

Okay. 

Dilihat dari judul, sebagian dari kita mungkin akan beranggapan bahwa mencintai orang lain jauh lebih mudah dibandingkan dengan mencintai diri sendiri. Hahaha, nggak salah kok, manusiawi. Lantas apa yang menyebabkan seseorang sulit untuk lebih mencintai dirinya sendiri? 

Jawaban sederhananya adalah karena kurangnya penerimaan terhadap diri sendiri. Kok bisa? Jelas bisa, dan penyebabnya pun macam-macam. Bisa karena pengaruh lingkungan sekitar, pikiran sendiri, dan bahkan derajat kedekatan kita dengan Sang Maha Pencipta. 

Contoh singkat pengaruh lingkungan sekitar yang menyebabkan kita sulit untuk bisa menerima diri sendiri yaitu karena adanya body shaming. Seseorang menjadi merasa tidak nyaman dengan dirinya sendiri dan akhirnya menuntun pikirannya untuk berpikir negatif tentang dirinya sendiri. So sad.

Kamis, 11 Januari 2018

Bicara Soal Body Shaming

"Kamu makin kurus sih. Makan yang banyak coba"
"Kecil mulu badannya, gemukin dikit dong biar cakep"
"Kok sekarang iteman sih"
"Kok gendut ya sekarang"
"Kusem banget tu muka"
etc.

Kalimat-kalimat di atas adalah yang sering aku denger dari orang-orang yang ada di sekitar, semenjak kecil sampai sekarang udah kuliah. Entah itu yang langsung ditujukan ke aku pribadi, ataupun yang ditujukan kepada orang lain yang nggak sengaja aku denger/lihat di lingkungan sekitar.

Miris.

Ternyata kebiasaan melakukan scanning terhadap fisik seseorang itu susah dihilangkan ya. Terutama sama kekurangan seseorang. Apalagi kalau kita udah lama gak ketemu sama orang itu dan kemudian waktu ketemu yang pertama dilontarkan adalah kalimat-kalimat di atas tadi. Entah itu niatnya becanda, basa basi, atau apapun tetep aja menurutku itu tidak bisa dibenarkan dan tidak boleh dibiarkan.

Ada beberapa orang yang emang udah bakatnya kurus dari kecil meskipun makan banyak tetep aja kurus, ada. Ada juga orang yang udah bakatnya gemuk dari kecil meskipun udah nyoba macem-macem diet tapi tetep aja gemuk, ada. Mereka seperti itu juga bukan karena keinginan mereka dan bukan berarti mereka gak berusaha untuk memiliki tubuh yang ideal.

Lantas inilah yang membuat aku berpikir kalau standar yang ada di masyarakat saat ini adalah "seseorang terlihat baik kalau udah sama seperti apa yang ada di benaknya (si org yang menilai)". Sedangkan standar dan pandangan setiap orang itu berbeda-beda, jadi kita musti ngikutin yang mana kalau gitu?? Stop it guys, jangan sampai hal ini menjadi penyebab insecurities yang akhirnya membuat kita jadi ungrateful terhadap pemberian Allah. Apalagi kalau hanya untuk mendapat pujian dari manusia.