Senin, 23 April 2018

Self Acceptance & Mencintai Diri Sendiri

Hai, tulisan kali ini sedikit banyak masih ada kaitan dengan tulisan sebelumnya. Di sini aku nyoba  ngeluarin opini tentang self acceptance atau penerimaan diri, yang semoga tidak boring untuk dibaca ya.

Apasih penerimaan diri itu? Menurut Shepard (1979), penerimaan diri adalah kepuasan individu atau kebahagiaan dengan diri sendiri, dan dianggap perlu untuk kesehatan mental yang baik.

Wow. Fokusku langsung tertuju ke kalimat "dianggap perlu untuk kesehatan mental yang baik". Is that true?

Okay. 

Dilihat dari judul, sebagian dari kita mungkin akan beranggapan bahwa mencintai orang lain jauh lebih mudah dibandingkan dengan mencintai diri sendiri. Hahaha, nggak salah kok, manusiawi. Lantas apa yang menyebabkan seseorang sulit untuk lebih mencintai dirinya sendiri? 

Jawaban sederhananya adalah karena kurangnya penerimaan terhadap diri sendiri. Kok bisa? Jelas bisa, dan penyebabnya pun macam-macam. Bisa karena pengaruh lingkungan sekitar, pikiran sendiri, dan bahkan derajat kedekatan kita dengan Sang Maha Pencipta. 

Contoh singkat pengaruh lingkungan sekitar yang menyebabkan kita sulit untuk bisa menerima diri sendiri yaitu karena adanya body shaming. Seseorang menjadi merasa tidak nyaman dengan dirinya sendiri dan akhirnya menuntun pikirannya untuk berpikir negatif tentang dirinya sendiri. So sad.