Self Acceptance & Mencintai Diri Sendiri

Hai, tulisan kali ini sedikit banyak masih ada kaitan dengan tulisan sebelumnya. Di sini aku nyoba  ngeluarin opini tentang self acceptance atau penerimaan diri, yang semoga tidak boring untuk dibaca ya.

Apasih penerimaan diri itu? Menurut Shepard (1979), penerimaan diri adalah kepuasan individu atau kebahagiaan dengan diri sendiri, dan dianggap perlu untuk kesehatan mental yang baik.

Wow. Fokusku langsung tertuju ke kalimat "dianggap perlu untuk kesehatan mental yang baik". Is that true?

Okay. 

Dilihat dari judul, sebagian dari kita mungkin akan beranggapan bahwa mencintai orang lain jauh lebih mudah dibandingkan dengan mencintai diri sendiri. Hahaha, nggak salah kok, manusiawi. Lantas apa yang menyebabkan seseorang sulit untuk lebih mencintai dirinya sendiri? 

Jawaban sederhananya adalah karena kurangnya penerimaan terhadap diri sendiri. Kok bisa? Jelas bisa, dan penyebabnya pun macam-macam. Bisa karena pengaruh lingkungan sekitar, pikiran sendiri, dan bahkan derajat kedekatan kita dengan Sang Maha Pencipta. 

Contoh singkat pengaruh lingkungan sekitar yang menyebabkan kita sulit untuk bisa menerima diri sendiri yaitu karena adanya body shaming. Seseorang menjadi merasa tidak nyaman dengan dirinya sendiri dan akhirnya menuntun pikirannya untuk berpikir negatif tentang dirinya sendiri. So sad.


Guys, belajarlah untuk mulai mengenali diri sendiri, in this case kita paham betul kekurangan dan kelebihan kita sendiri. Belajarlah untuk membuka mata bahwa kekurangan yang kita miliki itu bukanlah masalah besar apalagi kalau kaitannya dengan fisik.

Kalau kita berkulit gelap, maka yang perlu dilakukan adalah menjaganya tetap bersih dan sehat. Kenapa musti pusing-pusing mikirin warna kulit? Standar cantik/cakep itu gak dilihat dari warna kulit kok, cuma kayaknya orang-orang di kita aja yang kayaknya sensitif banget sama hal yang satu ini. 

Kalau gigi nggak rapi yang perlu dilakukan adalah menjaganya tetap sehat dan jangan malu untuk senyum lebar. Jangan salah lho, di luar negeri malah ada yang sengaja giginya nggak dibikin rapi karena pengen terlihat manis. Mereka sengaja menonjolkan gingsulnya biar jadi ciri khas.....

Kalau badan kita nggak selangsing dan setinggi teman-teman kita, maka berhentilah membandingkan diri kita dengan orang lain. Kasarnya, sabodo teuing. Yang penting kita sehat dan ngga julid aja dah.

Kalau wajah nggak mulus dan berjerawat, berpikirlah bahwa itu adalah hal yang normal, apalagi kalau lo dalam usia remaja. 

Silakan dirawat, tapi jangan ngotot untuk mengubah sampai harus menyakiti diri sendiri. Karena kalau kita udah bisa menerima dengan baik semua pemberian Tuhan, seharusnya kita nggak perlu repot-repot berpikir untuk mengubahnya. Artinya di sini kita belajar menoleransi diri sendiri untuk tidak sempurna di beberapa bagian. 

Ketika kita sadar akan ketidaksempurnaan fisik, kita masih punya akal untuk menjadikannya cerdas. Ketika kita merasa tidak bisa maksimal dalam urusan akal, makan kita masih punya hati yang bisa kita andalkan untuk menjadi baik. 

Setelah kita tahu bagaimana menyikapi setiap kekurangan yang dimiliki, nanti dengan sendirinya pikiran kita akan membentuk sistem yg positif. Di mana nanti gak ada lagi waktu untuk membandingkan kekurangan kita dengan orang lain, gak ada lagi waktu untuk mengomentari orang lain karena lo udah tahu kalau setiap orang punya keunikan masing-masing, dan yang paling penting adalah rasa bersyukur nantinya akan otomatis meningkat.

 Seperti yang kita tahu, orang yang bahagia itu orang yang banyak-banyak bersyukur. So, kita nemu benang merahnya disini, bahwa penerimaan diri adalah kebahagiaan dengan diri sendiri dan dianggap perlu untuk kesehatan mental yang baik. 

Berbesarhatilah terhadap apa yang ada di diri kita, karena siapa lagi yang bisa memperlakukan kita dengan baik kalau bukan kita sendiri. Sayangi apa yang ada, karena kita unik dengan ciri khas kita masing-masing.

Satu lagi, kesempurnaan fisik bukanlah yang utama, tapi kebaikan hatilah yang akan menempatkan kita berada diurutan pertama.

Selamat belajar mencintai diri sendiri! :)

Komentar

Postingan Populer