Saturday, June 22, 2019

Untukmu Yang Ingin Tenang

Tulisan ini diambil dari buku karya Dr. 'Aidh Abdullah Al-Qarni yang berjudul "La Tahzan - For Smart Muslimah". Selamat membaca, para pemilik hati yang lembut.


Yaqut Ketiga:

Berakhlak Mulia Itu Menentramkan Hati

Manusia adalah cermin bagi manusia yang lain. Jika seseorang berbudi pekerti luhur terhadap orang lain, maka orang lain pun akan berlaku serupa terhadapnya. Sehingga, urat sarafnya akan selalu tenang tanpa gejolak dan hatinya akan senantiasa damai. Berikutnya, ia akan merasakan bahwa dirinya hidup dalam masyarakat yang bersahabat.
Sebaliknya, bila seseorang berkepribadian buruk dan bersikap keras terhadap orang-orang di sekitarnya, maka mereka pun akan berlaku serupa terhadapnya. Dan barangsiapa tidak menghormati orang lain, maka orang-orang tidak akan menghormatinya.

Seseorang berakhlak baik lebih dekat kepada ketenangan, jauh dari kegelisahan dan keadaan yang menyengsarakan. Lebih dari itu, akhlak yang baik merupakan ibadah kepada Allah dan termasuk yang sangat dianjurkan oleh Islam. Allah berfirman: "Jadilah engkau pemaaf, serulah orang-orang mengerjakan kebaikan dan berpalinglah dari pada orang-orang yang bodoh." (QS. Al-A'raf: 199).




Dan firman Allah tentang kepribadian Rasulullah SAW: "Sebab rahmat dari Allah, maka kamu berlaku lemah lembut terhadap mereka. Sekiranya kamu bersikap keras lagi berhati kasar, tentulah mereka menjauhkan diri darimu. Karena itu, maafkanlah mereka, memohonlah ampunan untuk mereka dan bermusyawarahlah dengan mereka. Apabilah kamu telah berbulat tekad, maka betawakal lah kepada Allah. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertawakal." (QS. Ali Imran: 159)

Rasulullah SAW bersabda: "Sesungguhnya orang yang paling aku cintai dari kalian adalah yang paling baik akhlaknya, yang selalu merangkul ketika berjalan (menjaga persaudaraan) dan menyenangi dan disenangi. Orang yang paling aku benci dari kalian adalah yang suka mengadu domba, yang memisahkan antara orang yang saling mengasihi dan mencari-cari aib orang yang bersih."

Keraguan, rendah diri dan membelenggu diri dalam satu persoalan tanpa cita-cita itu hanya akan mmbuat manusia gelisah dan hilang keseimbangan.
***

Semoga Bermanfaat 


No comments:

Post a Comment